Setelah adanya pengaduan sosial kata ‘anjay’  kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),  akhirnya KPAI resmi meliris larang pengucapan kata ‘Anjay’, karena dinilai tak pantas dan tak layak diucapkan oleh anak-anak. Setelah mengetahui pelarangan dari KPAI, justru warganet ramai-ramai mengetikan kata ‘anjay’ dan respon yang kurang baik. Sebagian dari mereka yang belum mengetahui peristiwa ini mungkin acuh dan tak peduli.

Sobat Samar yang budiman, kalian tahu gak sih apa arti dari kata ‘anjay’ itu? Jangan jawab nggak  ya. Tapi nggak usah bohong juga, nahh supaya nggak malu dan nggak bohong juga simak yuk penjelasannya!

Menurut Dr. Tomi Yuniawan M.Hum,  salah satu dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Menjelaskan sebagai berikut :

  1. Fenomena bahasa ini secara realistis ada di negara kita,
  2. Fenomena tersebut merupakan bentuk ekspresi bahasa yang digunakan oleh manusia dalam berinteraksi untuk memenuhi kebutuhannya dalam satu komunitasnya atau dalam satu aktivitasnya,
  3. Adanya ekspresi bahasa tadi menunjukan adanya fenomena perkembangan dan  perubahan pada wujud Bahasa,
  4. Waktu demi waktu kosa kata atau kata-kata itu – dalam ilmu linguistic namanya leksikon– ini akan terus bermunculan, artinya tidak bisa dihentikan secara tiba-tiba atau dihentikan. Akibatnya, yang menggunakan atau yang menuturkan kata-kata itu tidak hanya komunitas itu saja,  tapi masyarakat lain pun ikut menggunakan,
  5. Kata ‘anjay’ dari segi wujud bahasa atau gramatikalnya itu sebenarnya (atau menurut leksikon) yaitu kata ‘anjing’.
  6. Ketika ada seorang yang difensif kalimat itu sebenarnya bukan itu artinya. Kemudian apakah tepat mengungkapkan kekaguman dengan kata-kata tersebut? Di dalam penggunaan kosa kata atau leksikon tidak terlepas dari konteks makna atau semantik, ada aspek makna yang menyertai setiap kata,ada makna yang lugas atau sesungguhnya, ada yang kiasan, dalam konsep aspek makna ini terkait juga dengan aspek afektif atau nilai rasa,dalam konteks tertentu, dalam pengungkapan rasa kekaguman pemilihan kata yang digunakan , ada pergeseran makna dan penggunaan kata itu, kelaziman penggunaan kata di masyarakat,
  7. Bisa saja seseorang tidak menerima dan dianggap sebagai pelecehan atau kekerasan dalam berbicara, karena itu dianggap merendahkan seseorang atau kelompok itu, jika masih ada orang yang difensif, fenomena kata itu bisa digunakan oleh kelompok tertentu, dan bersifat khusus atau sistemnya privat dan tidak di sosial media, tidak kepada orang di luar komunitas, digunakan sebagai penanda komunitas yang bersifat khusus dan rahasia. Selama melakukan ini tidak ada unsur pidana,
  8. Kesantunan dari penutur kepada pendengar, pilihlah kata-kata yang lebih tepat dalam pengungkapan kekaguman atau ekspresi dalam mengungkapkannya.

Sobat Samar boleh lihat penjelasan nomor ketiga, keempat, kelima, dan keenam. Bahwa kata ‘anjay’ merupakan salah satu  fenomena perkembangan dan  perubahan pada wujud bahasa, dimana kata ‘anjay’ itu merupakan plesetan dari kata ‘anjing’. Seiring perkembangan zaman,  bahasa pun akan mengikuti alurnya, leksikon itu akan terus bermunculan, artinya tidak bisa dihentikan secara tiba-tiba atau dihentikan,  karena secara tidak disengaja hal ini akan terus menerus bermunculan.

Bagaimana dengan pergeseran makna dan penggunaan kata yang kemudian menjadi kelaziman di masyarakat luas? Pahamilah bahwa setiap kata yang digunakan tidak terlepas dari makna kata itu sendiri. Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ‘anjay’ ini tidak ditemukan karena kata ‘anjay’ merupakan plesetan dari kata ‘anjing’ yang bagi sebagian orang dimaknai dengan kata yang kasar. Tapi bagi sebagian yang lain,  kata ini digunakan sebagai ekspresi dari rasa kekaguman, misal “anjayyy.. lu cantik bangett”. Karena telah menjadi hal yang dianggap biasa dan dimaknai oleh si penutur sebagai ungkapan kekaguman, maka ungkapan itu sampai kepada pendengar pun dengan makna seperti itu.

Berdasarkan hal itu, sobat Samar sedikitnya paham ya apa itu kata ‘anjay’ dan seperti apa makna yang tersirat dibalik kata ‘anjay’ itu. Tergantung dalam aspek apa kita memaknainya, jadilah generasi yang cerdas, ketika menjadi penutur, sampaikanlah kata-kata yang pantas dan sesuai dengan kata yang memang seharusnya digunakan. Dan sebagai pendengar,  maknailah apa yang si penutur ucapkan dengan kata dan makna yang sama.

Semoga bermanfaat !!!

@Insani

Editor : Rafi

Tinggalkan Balasan