Sejak 30 tahun lamanya JNE punya kontribusi besar untuk memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk melakukan berbagai pengiriman baik surat untuk orang terkasih berbagai barang yang di butuhkan untuk di kirim ke luar kota/jarak yang jauh, sejak jatuhnya rezim orde baru yang di gantikan dengan reformasi beriringan dengan munculnya globalisasi dan era modern bagi teknologi ekspedisi pengiriman barang sangatlah di perlukan, memasuki abad 20, semua negara berlomba lomba demi kemajuan teknologi, mendirikan unniversitas bentuk kenyamanandari belajar dan mendirikan laboratorium untuk penelitian adalah kepedulian suatu negara untuk kemajuan teknologi, di samping ide membangun tekniologi rasa kemanusian tiap manusia juga harus di upgrade.

Salah satu bentuk dari rasa kemanusiaan adalah berbagi, berbagi bisa menimbulkan kebahagiaan kebahagiaan merupakan hal yang penting bagi remaja sebagaimana yang ditunjukkan hasil survei di berbagai negara, termasuk di Indonesia (Diener & Oishi, 2002). Baik remaja anak kecil, dewasa, dan tua pantas memiliki kebahagiaan dan memeliharanya, mungkin berbagi jadi salah satu menciptakan kebahagiaan

Seorang filsuf, ulama dan sastrawan, Islam mengajarkan pada manusia empat jalan untuk menuju kebahagiaan. Pertama, harus ada i’tiqad, yaitu motivasi yang benar-benar berasal dari dirinya sendiri. Kedua, yakin, yaitu keyakinan yang kuat akan sesuatu yang sedang dikerjakannya. Ketiga, iman, yaitu yang lebih tinggi dari sekedar keyakinan, sehingga dibuktikan oleh lisan dan perbuatan. Tahap terakhir adalah addiin, yaitu penyerahan diri secara total kepada Allah, penghambaan diri yang sempurna. Mereka yang menjalankan ad-diin secara sempurna tidaklah merasa sedih berkepanjangan, lantaran mereka benar-benar yakin akan jalan yang telah Allah pilihkan untuknya (Hamka 2002) berbagi bisa di mulai dengan berbagi informasi, tidak melulu tentang materi, karena bagaimanapun sebaik baiknya perjuangan adalah meberitahukan, berbagi informasi tentang bahwa ekspedisi terbaik di Indonesia adalah JNE, akhir tahun adalah periode dimana pergantian tahun akan segera dilaksanakan, banyak aktifitas di lakukan oleh manusia. Peristiwa-peristiwa yang membuat orang bahagia yaitu relasi dengan orang lain tertuma dengan keluarga, kebutuhan afeksi dan prestasi. Ketiga dimensi tersebut adalah sesuatu yang dapat dirasakan secara individual. Dalam kehidupan seseorang peristiwaperistiwa tersebut merupakan sesuatu yang berharga dan diberikan nilai yang lebih daripada yang lainnya.

Di mulai dari berlibur dengan keluarga, bertemu dengan teman bahkan berbagi bersama orang yang membutuhkan, semua aktifitas itu adalah manfaat dari rasa kemanusiaan, selain itu keadaan dunia dengan teknologi diramalkan akan semakin baik,progresif dan menuju peradaban yang agung, manusia semakin terdistrupsi dengan hal itu pekerjaan dan rasa kemanusiaan adalah hal yang palong menakutkan jika disrupsi berjalan begitu cepat, karena nantinya manusia akan terotomasi dan menjadi makhluk yang lebih ini idividu, di bidang pekerjaan nantinya banyak pekerjaan yang akan hilang seperti penjaga parkir yang sudah digantikan oleh mesin, alahngkah baiknya kita mulai menyantuni hidup kita dalam rasa kemanusiaan, menyantuni di mulai dari diri sendiri baru kita bisa menyantuni orang lain.

Menyantuni diri sendiri juga bisa menjadi ajang refleksi diri, seorang filsuf yunani berbicara bahwa siapapun yang tidak merefleksikan dirinya dia tidak akan bisa Mengenal dirinya, setelelah berbagi,memberi dan menyantuni di lakukan secara bersamaan maka tidak mungkin dalam menjalani kehidupan akan menjadi sia sia, kehidupan lakyaknya perjalanan biarkan rasa berbagi menjadi peta biarkan rasa memberi menjadi kendaraan dan biarkan rasa menyantuni menjadi makanan/minuman karena dalam sebaik baiknya kehidupan itulah yang harus di jalani.

Daftar pustaka

Diener, E. dan Oishi, S. (2002). Are Scandina- vians Happier than Asians? Issues in Comparing Nations on Subjective Well-Being. Dalam Colombus, F. (editor), Politics & Economics of Asia. New York: Nova Sacience Publishers
Hamka 2002. Falsafah Hidup, Cet.XIII.Jakarta: Pustaka Panjimas, .

Tinggalkan Balasan