Tak ada yang menyangka, kerabat, sahabat dan keluarga korban pesawat Sriwijaya Air akan kehilangan orang-orang baik di sekelilingnya. Orang yang dicintai dan menjadi teman bicara dan bertukar pikiran, selalu menemani hari-hari dan kadang membantu satu sama lain dengan kemampuannya masing-masing. Dari anak-anak hingga orang dewasa, korban pesawat tersebut menyiratkan sebuah pesan bagi kita yang masih hidup bahwa maut tidak akan menunda-nunda, tidak bisa diburu-buru dan tidak diketahui oleh seorangpun di dunia ini.

Maka agar diri kita dilindungi dalam setiap perjalanan, baik di laut, darat dan udara, umat Islam dianjurkan untuk meminta keselamatan, ketenangan dan lindungan dari Sang Khalik, Allah Swt. Berdo’a menandakan orang tersebut lemah dan tidak ada daya dan upaya bahkan untuk dirinya sendiri kecuali dengan memohon pada-Nya. Anjuran berdo’a dalam berkendara tandanya Allah Swt ingin selalu diingat oleh mahkluk-Nya. Tugas manusia hanyalah meminta keselamatan dari-Nya agar selamat dan sampai pada tujuan.

Ucapkanlah do’a berikut ini agar di perjalanan selalu merasa aman dan diberikan ketenangan rohani. Do’anya yaitu : “Subhaanalladzii sakkhoro lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa-inna ilaa rabbina lamunqalibuun. Artinya : “Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali”.

Melalui do’a tersebut, setiap limpahan keselamatan dan keridhaan saat berkendara akan diberikan pada  orang tersebut. Kita akan siap dalam kondisi apapun, baik untuk selamat bahkan ketika dalam kondisi yang buruk. Karena kepatuhan dan kepasrahan diri melalui do’a mengafirmasi bahwa jiwa dan raga selalu dekat dengan Allah Swt.

Mengucapkan do’a bukanlah hal sulit dan berat untuk dilakukan. Perkataan merupakan kegiatan yang ringan yang setiap orang bisa lakukan, bahkan bisa dilakukan di dalam hati. Berdo’a dalam berkendara merupakan ibadah sebagaimana dikatakan oleh ajaran Nabi Saw bahwa do’a itu adalah ibadah. Dalam kondisi ibadah seperti ini, setiap orang dalam kondisi yang baik (khusnul) jika terjadi kemungkinan terburuk seperti kecelakaan pesawat baru-baru ini.

Selain untuk diri sendiri, ajaklah setiap orang di sekitar (pengendara lainnya) agar bersama-sama melangitkan do’a. mengajak berdo’a tanda kita peduli dengan keselamatan orang lain. Hal itu merupakan perintah di dalam kitab suci agar senantiasa saling menasehati dalam kebaikan. Saling mendo’akan dan saling menguatkan keimanan dalam setiap do’a-do’a yang dipanjatkan. Perbuatan tersebut mulia di hadapan Allah swt.

Berdo’alah bukan hanya untuk sekedar ketenangan jiwa dan batin, melainkan untuk meraih ridha-Nya. Termasuk saat akan berkendara baik berkendara dengan mobil, pesawat, kapal atau motor. Dengan berdo’a semakin meyakini kebenaran yang diajarkan al-Qur’an dan membawa diri kita menuju suasana yang saleh dan jauh dari keburukan yang suatu waktu bisa menjurumuskan pada api neraka. Karena seorang hamba Allah itu cirinya selalu memasrahkan diri melalui do’a-do’a yang dipanjatkan pada-Nya. Mudah-mudahan kita dicirikan sebagai orang yang selalu merasakan keindahan dan keajaiban do’a. aamiin…

Tinggalkan Balasan