Memang menyenangkan berbicara dengan orang yang kita sayang. Eits, jangan berpikiran kotor! Orang yang di sayang maksudnya teman atau sahabat. Fungsi sahabat banyak sekali, apalagi  yang bisa menyebabkan kita masuk surga. Walau Bagaimana pun, sahabat adalah yang paling utama. Canda tawa bersama, berbagi suka dan duka, serta saling menyayangi. Akan tetapi bagaimana rasanya mempunyai sahabat yang tidak saling menyayangi. Kita tentunya tidak suka, bukannya saling mengasihi antara satu sama lain, justru kita saling mencurigai. Punya masalah disebar, fitnah bertebaran, bahkan sampai mencintai pacar sahabat sendiri. Kita dilarang mempunyai sahabat seperti itu.

Sahabat yang baik adalah yang bisa dipercaya oleh sahabatnya, begitu pun sebaliknya. Dengan menjaga rasa saling percaya antar hubungan persahabatan akan membuat hubungan semakin harmonis. Itu juga bisa mengajari kita bagaimana menjadi seseorang yang menarik, terutama untuk teman-teman kita sendiri. Arti sahabat yang baik menurut pandangan Islam adalah saling mengingatkan kita kepada Allah, menegur kita ketika salah dan membela kita di saat kita tidak bersamanya.

Jangan lakukan hal ini pada sahabatmu

Rezeki paling indah yang Allah Berikan kepada kita yakni datangnya seorang sahabat yang bisa membuat hati bahagia. Ketika sedih, sahabat selalu ada di samping kita. Bahkan karena terlalu dekat, kita lupa dengan apa yang seharusnya tidak dilakukan kepada seorang sahabat. Kesenangan yang berlebihan bisa merusak arti dari persahabatan. Rusaknya persahabatan bukan hanya di hadapan manusia saja, akan tetapi di hadapan Allah SWT. Dengan demikian, jangan lakukan hal berikut pada sahabatmu.

Pertama, Bullying. Ada seorang sahabat misalnya jatuh dari tangga sekolah, salting alias salah tingkah, dan lain sebagainya. Kita tidak boleh menjadikan hal tersebut sebagai bahan bullying. Apalagi sampai di rekam dan di upload ke sosial media supaya orang lain ikut membully. Padahal, belum tentu seorang sahabat ridho diperlukan seperti itu. Kita tidak tahu yang namanya hati manusia pasti berbeda-beda. Meskipun seorang sahabat, bukan berarti kita bisa melalukan hal seenaknya.

Rasulullah SAW. memperingati kepada kita,


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Dari Abdullah ibn Umar Radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah bersabda:

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti. Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat. (Hadits Sahih Riwayat Al-Bukhari: 2262)

Kedua, berprasangka buruk. Seorang manusia cenderung lebih suka menilai orang lain, tetapi tidak suka jika orang lain berbalik menilainya. Hal semacam ini bisa dengan mudah memicu kita untuk memandang rendah orang lain. Misalnya sahabat menjauh, kita menganggap dia sudah tidak solidaritas lagi sebagai seorang sahabat. Atau sahabat tiba-tiba mendekat, dianggap ada maksud yang lain. Padahal, apa yang kita duga belum tentu benar kenyataannya. Oleh karena itu, Allah SWT. mengingatkan kepada kita untuk menjauhi prasangka buruk dalam QS. Al-Hujurat:12,

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اجۡتَنِبُوۡا كَثِيۡرًا مِّنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعۡضَ الظَّنِّ اِثۡمٌ‌ۖ وَّلَا تَجَسَّسُوۡا وَلَا يَغۡتَبْ بَّعۡضُكُمۡ بَعۡضًا‌ ؕ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمۡ اَنۡ يَّاۡكُلَ لَحۡمَ اَخِيۡهِ مَيۡتًا فَكَرِهۡتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيۡمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat:12)

Ketiga, Prank. Tanpa disadari kita sering melakukan hal tersebut. Terutama yang sedang hits saat ini, yakni para youtuber sering menjadikan prank sebagai konten utamanya. Korban prank biasanya teman terdekat terutama sahabat kita. Pada akhirnya mereka akan minta maaf seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ternyata dalam Islam, prank bisa membuat putusnya persahabatan di hadapan Allah SWT.

Sabda Rasulullah SAW.,

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah bagi orang yang berbicara berdusta hanya karena ingin membuat orang tertawa.  Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Ahmad)

Jadikan Sahabat Sebagai Teman Surga

Sahabat bukan hanya ada di kala senang maupun sedih, akan tetapi orang yang bisa mengajak kita ke surga-Nya. Peran teman dalam kehidupan muslim sangat krusial, sehingga memilih orang untuk berteman tidak bisa sembarangan. Terkadang mencari sahabat hanya sekedar teman di dunia saja. Seharusnya kita sebagai seorang muslim, mencari sahabat itu untuk dunia dan akhirat. Jadikan sahabat sebagai teman surga di akhirat. Ingatlah, mencari sahabat bukan hanya untuk kepentingan semata, tetapi jadikan untuk kemaslahatan bersama baik di dunia maupun di akhirat.

Rasulullah SAW. pernah bersabda,

 مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori & Muslim)

Akan tetapi, bagaimana apabila ada yang bertanya tentang bersahabat dengan non-muslim? Beberapa sahabat ada yang dekat dan jauh, sahabat paling tinggi adalah Khalil. Nabi Ibrahim disebut Khalil dan merupakan sahabat Allah, cintanya kepada Allah memasuki hatinya. Inilah yang perlu di garisbawahi. Orang yang berbeda keyakinan agama boleh menjadi teman, tetapi jangan mencari teman yang mempengaruhi keyakinan kita.

Sahabat yang baik adalah sahabat yang saling mengingatkan satu sama lain dalam hal kebenaran. Carilah sahabat yang bisa mengingatkan tepat waktu dalam salat, ibadah yang rajin dan lain sebagainya. Pertama yang wajib dilaksanakan adalah salat dengan tepat waktu, puasa, zakat, haji dan kewajiban lainnya. Banyak cara menuju ke surga. Kita boleh bersahabat dengan orang lain yang terpenting kewajiban sudah terlaksanakan. Carilah sahabat yang bisa mengingatkan untuk hal itu.

Bersahabat, bisa dengan siapa saja. Akan tetapi pilihlah orang-orang yang tepat, bahkan bisa mengantarkan canda tawa kesenangan sampai ke surga.

Oleh : Royani Andniani

Tinggalkan Balasan