Di artikel sebelumnya yang berjudul “Terlalu Sering Diobral, Kata Aku Cinta Kamu jadi kehilangan Tajinya” penulis memaparkan beberapa kemungkinan yang mungkin saja terjadi apabila seorang laki-laki terlalu sering mengobral kata “cinta” nya. (Bisa baca lengkap artikel sebelumnya)

Hal ini juga berlaku bagi perempuan. Dengan kata lain, sebaliknya, jika perempuan terlalu mudah mengatakan “Yes Of Course”, “Ya, saya terima cinta kamu”, maka kata “Ya” itu tidak akan lagi spesial. Ingat prinsipnya, di artikel sebelumnya “Nilai sesuatu saat sudah jadi obralan, akan turun harga jualnya, termasuk ucapan”

Perempuan yang keseringan ngobral kata “Ya”, bukan tidak mungkin para buaya gunung akan membercandakannya “Udah Tembak aja dia, pasti diterima”. Karena seperti halnya laki-laki yang marwah kata “Cinta”nya hilang, karena keseringan diobral ─liat yang glowing dikit langsung “Sikat Sis, Semongko!”─. Wanita pun sama, jika keseringan nerima cinta laki-laki, maka kata “Ya aku terima” juga akan kehilangan marwahnya.

Laki-laki itu semakin ditolak semakin merasa tertantang, bukannya benci, laki-laki yang baik justru akan memandangmu sebagai wanita yang bermartabat. Seandainya kamu mengatakan “Ya” saja untuk yang pertama kalinya, sebagai balasan perasaan dan ungkapan cinta laki-laki itu, itu sudah cukup untuk membuatnya hancur, luluh lantah dihadapanmu (Tenggelam dalam kebahagiaan).

Jangan biarkan hatimu setipis kertas, mudah terombang ambing. Datang laki-laki ganteng langsung terima, putus. Datang lagi laki-laki motor gede, terima, putus lagi. Datang lagi laki-laki pinter, terima, putus lagi, begitu seterusnya. Kaya kertas gitu, mudah terombang ambing sana-sini, sebenernya mau sama laki-laki yang kaya gimana sih, heran.

“Eh tapikan … tapi .. tapi .., kalo jutekan, dingin, dan gak responsip ke orang-orang yang suka sama kita, nanti disangka sombong, terus jomblo forever.” Bukannya harus terus-terusan dingin kesemua laki-laki, tapi pastikan kamu nggak sembarang nerima cinta siapapun, katakan “Ya” pada laki-laki yang menurutmu benar-benar tepat, bertanggung jawab.

Ingat, jangan biarkan sembarang orang dapat jawaban “Ya”, biarkan dia jadi satu kata yang mahal harganya, berat makna dan nilainya. “Dia baik kok, jadi aku terima aja” terus nanti kalo nemu lagi yang lebih baik gimana? “Terima lagi”, kalo ada yang lebih baik lagi? Ingat jangan setipis kertas. Pastikanlah kapan dan siapa orang yang tepat yang bisa kamu percayai mendapat kata “Ya” itu.

Bagi laki-laki, akan sangat membanggakan jika dia bisa mendapatkan hati seorang wanita yang teguh, dalam artian bahwa nggak sembarang laki-laki pernah diterima perasaannya oleh wanita tersebut, apalagi jika laki-laki itu satu-satunya yang diterima dari sekian banyak pendaftar. Sungguh pada saat itu kata “Ya” saja sangat mahal dan berharga.

Beda halnya jika laki-laki diterima cintanya oleh wanita yang biasa bilang “Ya” pada siapapun, pokoknya asal ada kemauan ngomong, pasti diterima. Bayangin kalo kamu jadi laki-laki itu, perasaanmu pas diterima cinta olehnya gimana, biasa ajakan? Nggak seneng-seneng amat. Hati kecil bahkan berbisik “Aku laki-laki nomer berapa ya?” hehe

Untuk laki-laki mengertilah, saat wanita mengatakan “Tidak” itu bukan berarti dia tidak suka, belum tentu tidak mau, tidak bisa juga diartikan benci, tapi bisa diterjemahkan dengan “Belum saatnya” atau “datanglah lagi pada waktu yang tepat, aku tunggu” hehe. terakhir, dear perempuan, ingat ini “Jangan lemah nanti kamu diinjak orang, tapi jangan keras nanti kamu dipatahkan orang.”   

Tinggalkan Balasan