Mereka merasakan ketakutan yang sangat, yaitu ketakutan ketika seorang raja masuk ke dalam ruangan. Para orang tua, wanita dan anak-anak itu terlihat pasrah terhadap apa yang akan selanjutnya terjadi pada diri mereka. Mereka pikir, mereka akan dihabisi dan dibantai oleh seorang raja yang baru saja menginjakkan kaki di tanah kelahiran mereka setelah baru saja menaklukan negara mereka. Namun, ternyata mereka salah.

Kota yang begitu megah, yang selama ini mereka banggakan dan berabad-abad lamanya mereka berlindung di dalamnya, pada hari itu tidak bisa melindungi mereka lagi setelah bendera musuh berkibar bebas di atas benteng yang selama berabad-abad lamanya melindungi kota tersebut dari serangan lawan-lawannya. Ya, kota tersebut telah jatuh ke tangan penguasa dari luar wilayah mereka yang telah sekian lama mengincar kota itu.

Benar sekali, kota yang baru saja ditaklukan tersebut telah lama menjadi impian bagi sang raja. Bukan hal mudah untuk menguasai kota tersebut, terbilang sudah puluhan kali kota tersebut diserang oleh berbagai suku, bangsa, dan kerajaan namun tidak sekalipun ada dari mereka yang mampu melewati benteng megah yang mengelilingi kota tersebut. Sang raja pun tidak hanya sekali menyerang kota yang hari itu ditapakkinya. Sebelumnya, ayahnya juga pernah berusaha menaklukan kota tersebut, namun akhirnya gagal.

Perlu usaha yang benar-benar menguras tenaga, pikiran, dan materi dari banyak orang. Tercatat, salah satu senjata yang digunakan untuk meruntuhkan benteng kota tersebut yaitu meriam raksasa, yang mampu menembakan peluru seberat 272 kg sejauh 1,6 km. Karena jika menggunakan meriam biasa, benteng berlapis yang mencapai tinggi 12 meter yang merupakan pertahanan utama kota itu akan dengan mudah meredam serangan-serangan para penyerbu dari luar.

Selain itu, rantai raksasa yang terbentang di laut yang menyebabkan serangan kapal-kapal musuh tidak bisa berbuat banyak, menambah kesan kuat dan hebat dari kota tersebut. Baik jalur darat maupun jalur laut, keduanya sama-sama kuat yang menyebabkan wilayah kota  bisa bertahan selama berabad-abad lamanya.

Namun, sang rajaberbeda dengan orang-orang sebelumnya. Dengan kecerdasan, keberanian, dan tekad yang kuat untuk menaklukan kota tersebut, sang raja menggunakan strategi yang belum pernah sekalipun dilakukan oleh pasukan manapun di Dunia. Dalam satu malam, kapal-kapal perang yang dipimpinnya mampu merangsek masuk kedalam pertahanan kota. Rantai raksasa yang tadinya menjadi penghalang besar, saat itu tidak ada apa-apanya ketika kapal-kapal perang “berlayar di daratan” melewati bukit dan ditempatkan kembali di balik rantai.

Diserang dari dua sisi (darat & laut) membuat pertahanan benteng keteteran. Alhasil, para pasukan rajaberhasil menguasai benteng, dan menancapkan bendera sebagai tanda bahwa kota tersebut telah beralih kekuasaan. Mulai saat itu, untuk pertama kalinya kota yang terkenal dengan kekokohan dan kegagahannya itu dapat ditaklukan. Peristiwa tersebut terjadi tepat pada hari ini 567 tahun yang lalu. Ya, Konstantinopel jatuh pada tanggal 29 Mei 1453. Dibawah komando Mehmet II, pasukan Turki Utsmani mampu merebut Konstantinopel dari kekuasaan Romawi yang menjadi awal bagi peradaban baru umat islam.

Tinggalkan Balasan