Pernah menyatakan cinta kepada ibu secara langsung? Pernah mencium kening ibu? atau pernah memeluk ibu?. Mungkin bagi sebagian orang hal itu sulit untuk dilakukan. Entah karena canggung, atau malu, atau bisa jadi karena perasaan gengsi. Khususnya bagi sebagian  pria dewasa, menyatakan cinta secara langsung kepada ibu merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Belum lagi jika seorang anak yang jauh dari orang tuanya.

            Tapi pernah gak terbesit dipikiran kita bagaiamana besarnya cinta seorang ibu kepada anaknya? Diam-diam ia mendoakan mu selepas sholat, berharap kepada Allah swt agar anaknya selalu dilindungi, dijauhkan dari segala bahaya, terjaga dari segala maksiat. Menjadi seorang ibu tidaklah gampang, harus mendidik anaknya dari kecil, kemudian membesarkannya dengan kasih sayang. Maka sangat penting sekali peran ibu dalam kehidupan kita.

            Semua orang sepakat bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu. Artinya, sehebat apapun kita nanti, sesukses apapaun kita dimasa depan, tetap saja kita sebagai seorang anak harus berbakti kepada seorang ibu. Karena dari rahimnyalah kita lahir, dibesarkan dengan cinta dan dirawat dengan kasih sayang.

            Mungkin bagi seorang anak yang hidup dan tinggal bersama kedua orang tuanya, peluang untuk berbakti secara langsung sangat terbuka lebar. Sebelum berangkat bekerja, ia bisa mencium tangan ibunya untuk sekedar berpamitan. Setelah selesai kerja, ia bisa membelikan martabak kesukaan ibunya atau sekedar berbincang-bincang mengenai masalah dikerjaan. Tentunya hal itu menjadi obat setelah lelah seharian bekerja. Melihat senyum ibu merupakan anugerah terbesar bagi seorang anak.

            Kemudian bagaiamana dengan anak yang merantau jauh dari orangtuanya? Dia harus menanggung semuanya sendirian. Saat mempunyai masalah, dia tidak bisa bersandar di bahu ibunya. Disaat sakit, dia tidak bisa meminta pelukan dari ibunya. Tentu hal ini menjadi sangat berat, menanggung semua sendirian tanpa ibu disisinya.

            Tetapi, percayalah seorang ibu pasti akan terus mencintai dan menyayangi anaknya. Walaupun terpisah dengan jarak, bait-bait doa seorang ibu tidak akan berhenti mengetuk pintu langit. Dia akan terus mendo’akan kesehatan bagi anaknya, berharap keberkahan untuk anaknya dan meminta kepada Allah swt agar selalu melindungi anaknya. Seorang ibu akan terus menganggap anaknya sebagai anak kecil. Sedewasa apapun kita, sesukses apapun kita, ibu akan terus memberikan perhatiannya dengan tulus. Apalagi bagi seorang anak laki-laki. Ibu merupakan cinta pertamanya. Tidak ada wanita yang akan melukai hatinya keculai seorang ibu. Pacar ataupun kekasih, sebaik apapun dia kepada kita pasti suatu saat akan membuat hati kita kecewa.

            Teringat sabda Rasulullah SAW. yang memerintahkan kita untuk lebih berbakti kepada ibu.

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ ، عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ جَدِّهِ ، قُلْتُ : ” يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ : أُمَّكَ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ : أُمَّكَ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ : أُمَّكَ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ : أَبَاكَ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ “

 Abu Ashim memberitahukan pada kami: Dari Bahaz bin Hakim, dari bapaknya, dari kakeknya, aku berkata, Wahai Rasulullah! Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?” Rasulullah menjawab, “Ibumu”. Saya bertanya lagi, “Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?” Rasulullah menjawab, “Ibumu” Lalu saya bertanya, “Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?” Rasulullah menjawab, “Ibumu”. Saya bertanya, “Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?.” Rasulullah menjawab, “Bapakmu, kemudian kerabat yang terdekat, lalu kerabat yang terdekat.”

            Dalam hadis tersbut, perintah untuk memuliakan ibu diulang oleh Rasulullah Saw. sebanyak tiga kali, kemudian perintah untuk memuliakan ayah. Dari hadis ini kita bisa mengetahui agama Islam sangat memuliakan seorang wanita, terkhusus seorang ibu. Karena memang sangat besar peran ibu dalam kehidupan kita. Doa seorang ibu untuk anaknya akan di ijabah oleh Allah swt. Beruntunglah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu, karena ia masih memiliki surga di rumahnya. Sekali lagi saya katakan, melihat senyum seorang ibu adalah anugerah terbesar bagi seorang anak. Maka selagi ibu kita masih hidup, janganlah melukai hatinya. Manfaatkan semaksimal mungkin, bahagaiakan hatiya, ukir senyuman manis di wajahnya yang mulai terlihat menua. Patah hati terberat bukanlah ditinggalkan kekasih, tetapi melihat ibu yang semakin menua tetapi kita belum bisa membahagiakannya.

            Berbuat baik kepada ibu juga termasuk amalan yang paling bisa mendekatkan diri kepada Allah swt. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas menyatakan:

عن ابنِ عبَّاسٍ أنَّهُ أتاهُ رجلٌ ، فقالَ : إنِّي خَطبتُ امرأةً فأبَت أن تنكِحَني ، وخطبَها غَيري فأحبَّت أن تنكِحَهُ ، فَغِرْتُ علَيها فقتَلتُها ، فَهَل لي مِن تَوبةٍ ؟ قالَ : أُمُّكَ حَيَّةٌ ؟ قالَ : لا ، قالَ : تُب إلى اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، وتقَرَّب إليهِ ما استَطعتَ ، فذَهَبتُ فسألتُ ابنَ عبَّاسٍ : لمَ سألتَهُ عن حياةِ أُمِّهِ ؟ فقالَ : إنِّي لا أعلَمُ عملًا أقرَبَ إلى اللَّهِ عزَّ وجلَّ مِن برِّ الوالِدةِ

“Dari Ibnu ‘Abbas, ada seorang lelaki datang kepadanya, lalu berkata kepada Ibnu Abbas: saya pernah ingin melamar seorang wanita, namun ia enggan menikah dengan saya. Lalu ada orang lain yang melamarnya, lalu si wanita tersebut mau menikah dengannya. Aku pun cemburu dan membunuh sang wanita tersebut. Apakah saya masih bisa bertaubat? Ibnu Abbas menjawab: apakah ibumu masih hidup? Lelaki tadi menjawab: Tidak, sudah meninggal. Lalu Ibnu Abbas mengatakan: kalau begitu bertaubatlah kepada Allah dan dekatkanlah diri kepadaNya sedekat-dekatnya. Lalu lelaki itu pergi. Aku (Atha’) bertanya kepada Ibnu Abbas: kenapa anda bertanya kepadanya tentang ibunya masih hidup atau tidak? Ibnu Abbas menjawab: aku tidak tahu amalan yang paling bisa mendekatkan diri kepada Allah selain birrul walidain.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya shahih).

            Hadis tersebut menyatakan bahwa amalan yang paling bisa mendekatkan diri kepada Allah swt adalah berbuat baik kepada kedua orang tua, terkhusus seorang ibu. Kemudian belajar dari kisah Uwais Al-Qarni, beliau adalah seseorang yang tidak terkenal di dunia tetapi sangat dikenal oleh para malaikat di langit. Sampai-sampai Rasulullah saw. berwasiat kepada sahabat Umar Bin Khattab untuk meminta dido’akan olehnya. Hal ini dikarenakan Uwais Al-Qarni sangat memuliakan dan menyayangi ibunya.

            Oleh karena itu, kita sebagai seorag anak, terkhusus anak laki-laki hendaknya untuk selalu memuliakan ibu kita. Temani dia dimasa tuanya, berikan kebahagiaan dihatinya, maka surga jaminannya. Dia adalah cinta pertama dihidup kita. Dia yang mengajarkan apa arti kash sayang, apa arti cinta yang tulus. Teringat masa kecil saat kita sedang sakit, dia yang selalu menemani. Bahkan jika bisa, dia berharap penyakitnya dipindahkan kepada dirinya, agar anaknya bisa sehat kembali. Seorang ibu cintanya tak lekang oleh waktu, selalu mengalir bagaikan sungai. Cintanya tulus tanpa pamrih, kash sayangnya penuh kesucian bagaikan embun dipagi hari. Semoga kita bisa membahagiakan ibu kita, berbakti kepadanya dan berkumpul lagi di surga-Nya, Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Oleh : Muhammad Yazid Arrizqi

Tinggalkan Balasan