Dalam kehidupan manusia normal, kita terbiasa beraktifitas. Rutinitas pendidikan, bakti kepada orang tua, mengisi nutrisi, olahraga, dan lainnya. Keseharian tersebut tentunya memerlukan target, baik waktu, tempat, dan cara agar efisien dilakukan.

Kita merasakan bagaimana rasanya merencanakan target waktu untuk satu kegiatan itu mudah, namun sulit dipraktikkan. Mudah dalam konsep, sulit dalam praktik. Mudah dalam meminta orang lain tepat waktu, tapi sulit tepat waktu untuk diri sendiri, sayapun merasakan hal itu.

Terlebih ketika hari-H kegiatan. Kita sudah tepat waktu, malah rekan kita yang lain telat. Kayaknya, kita ngundang jam 9, mereka berangkat jam 9.30. Rasanya jengkel banget, kayak jengkel liat si dia bareng maneh, eh! Tapi pas giliran kita yang telat, bisanya kita mengeluarkan alasan dengan mudah.

Penelitian membuktikan, bahwa keinginan untuk kasip (telat-read) ada pada setiap jiwa manusia. Namun ada yang mengkonversinya menjadi sebuah usaha untuk berusaha melawan rasa malas untuk telat, ada juga manusia yang mengkonversi keinginan telat itu menjadi kenyataan.

Memang bagi kesalahan orang lain, butuh sangat banyak alasan dimunculkan untuk memaafkan, tapi nyatanya sulit. Namun, ketika kita telat pasti jatuhnya langsung cari banyak alasan. Maka alasan seharusnya bukan jadi alasan! Alasan mesti diselesaikan dengan solusi.

Saking buruknya perbuatan telat, Nabi Saw hingga menghukum Ka’ab bin Malik dengan menyuruh semua sahabat tidak mengajak bicara beliau pada perang Tabuk selama 50 hari! Memang pada akhirnya Allah mengampuni dosa Ka’ab bin Malik dengan sebuah alasan, tapi alasan yang begitu mulia. Pembaca bisa deh baca kisahnya di sumber buku sejarah hehe.

Lalu, gimana atuh solusi supaya tidak telat?

Banyak opsi nih.

Pertama, jangan lupa serahkan semua pada Allah. Jangan membuat janji. Target ya bukan janji. Allah berfirman:

وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَايْءٍ اِنِّيْ فَا عِلٌ ذٰلِكَ غَدًا ۙ 

“Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, Aku pasti melakukan itu besok pagi,”

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 23)

Kedua, membuat schedule harian minimal 7 hari kedepan, apa aja nih yang kita lakukan, Allah berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

Ketiga, cari Alasan untuk tidak telat!

So, jangan telat lagi ya guys, ancaman dosanya menzalimi orang yang tepat waktu!

Oleh : Alman Fariz

Editor : Ka

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan