Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, disinilah kita membutuhkan sosok sahabat, orang yang senantiasa berada disampingnya dalam kondisi apapun.

Sahabat adalah teman (orang yang kita kenal) namun sudah saling percaya dan juga saling mengerti dalam hal apapun. Mau itu dalam hal pendidikan, keluarga, cinta dan hal lainnya yang bahkan orang tua kita sekalipun tidak mengetahuinya.

Dan untuk masalah waktu, seperti lama atau tidak nya pertemanan tidak bisa menjadi patokan apakah dia itu sahabat kita atau bukan  karena terkadang  karakter setiap orang berbeda. Nah disitulah uniknya persahabatan.

Terkadang teman yang sudah lama sekalipun belum bisa mengerti terhadap kita dan kita pun sebaliknya yaitu tidak bisa mengerti tentang dia.

Peran sosok sahabat

Sahabat adalah sosok orang yang selalu ada disaat kita jatuh dan kita merasa ingin selalu ada di samping nya (membantunya) disaat dia jatuh. Dan selalu ada disaat kita di atas (bahagia), dan dia selalu ingin kita ada disaat dia merasa di atas.

Jikalau kita menemukan sahabat yang betolak belakang dengan yang di atas lebih baik “wauh munding” saja kalo di pribahasa sunda yang artinya jika berpapasan “hai” dan jika tidak ya sudah.

Karakteristik karakteristik sahabat

Nah karakteristik yang harus kita bagi dalam bersahabat itu ada beberapa hal :

Sahabat yang kita anggap sebagai dokter, yang dimaksud sebagai dokter itu apa ? yaitu sahabat yang jikalau kita sedang sakit dia itu selalu bisa mengobati kita seperti kita sedang galau masalah cinta dia itu selalu saja bisa membuat kita have fun dan tidak galau lagi.

Sahabat yang kita anggap sebagai guru, yang kita anggap sebagi guru itu apa ? yaitu sahabat yang jikalau kita bingung atau tersesat dia bisa mengarahkan kita ke arah yang seharusnya. Atau pun menjawab pertanyaan pertanyaan kita mau itu tentang ilmu pendidikan dan bahkan ilmu kehidupan

Sahabat yang kita anggap sebagai nasi, sahabat yang kita anggap sebagai nasi itu maksudnya sahabat yang selalu ada setiap hari dengan kita dan saing membutuhkan satu sama lainnya. “brother” adalah kata gaul yang sering digunakan di masa ini untuk sahabat yang seperti itu.

Nah teman yang seperti ini biasa nya terbuat oleh ikatan satu kampung, satu kelas atau pun satu tonkrongan.

Sahabat yang kita anggap sebagai virus, maksud dari kata virus disini yaitu contoh nya dia itu bukan orang yang baik dalam beragama, kalau di sekolah sering bolos, yah seperti layaknya virus sebaiknya kita menjauhinya karena bisa juga kita terbawa arus oleh nya.

Nah solusinya ialah jadilah vaksin baginya bawa dia kejalan jalan yang seharusnya dan jangan sampai kita terbawa oleh nya. Jikalau kita tidak bisa menjadi vaksin baginya lebih baik menjauh dari nya perlahan-lahan demi kebaikan kita sendiri.

Oleh: Muhammad Fiqri Raihan Padhilah

Tinggalkan Balasan