Globalisasi bukan hanya membawa dampak positif, namun juga menciptakan dampak negatif terhadap kehidupan manusia. Dampak tersebut dapat dilihat pada kehidupan manusia sehari-hari, manusia digiring pada kebiasaan untuk memperoleh segala sesuatunya dengan mudah dan bahkan instan.

Teknologi baru saat ini telah memudahkan manusia untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya dengan sangat mudah, sehingga ia tidak banyak melakukan aktifitas fisik yang diperlukannya. Hal tersebut pada akhirnya akan memupuk rasa malas dalam diri manusia.

Ini bukanlah sikap skeptis terhadap perkembangan zaman. Namun, bagi sebagian orang (termasuk penulis) sesuatu yang instan tidak selamanya baik (apalagi penikmat mie instan yang sekali masaknya dua bungkus, hehe..). Pasti ada celah kelemahan dari perkembangan zaman tersebut, terutama sesuatu yang instan yang berdampak pada jelek pada manusia yaitu kemalasan.

Dalam Islam, sesungguhnya malas itu sangat dicela dan tidak baik untuk dipelihara. Islam sangat menekankan agar umatnya selalu berusaha untuk menjauhi perbuatan malas. Nabi Muhammad SAW berkata, “jauhilah malas dan tidak semangat, sebab kedua sifat tersebut akan menghalangimu untuk memperoleh manfaat dunia dan akhirat”.

Dan kata pepatah “jangan tidur dipagi hari, nanti rejkimu dipatuk ayam” . Hal tersebut dibuktikan oleh salah satu teman penulis di kampus yang shalat subuhnya selalu kesiangan, dan ketika ia sholat subuh tepat waktu, dia bertanya “naha subuh teh tiris kie nyak?” (kenapa subuh itu dingin gini ya?). Sontak penulis tertawa dan meledeknya “nya enyak atuh, ente mah sholat subuhna jam 10 beurang” (ya iya lah, kamu sholat subuh nya jam 10 siang)

Malas, khususnya dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang diperintahkan Allah SWT adalah perbuatan yang buruk, dan sifat itu juga dianggap sebagai ciri-ciri orang munafik. Dalam Al-Qur’an disampaikan :

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah, dan Allah menipu mereka pula. Dan jika mereka berdiri untuk mengerjakan shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bersifat riya dihadapan manusia dan tidak berdzikir kepada Allah kecuali sebentar.” (An-Nisa:142)

Malas juga berdampak pada keadaan jiwa manusia menjadi jelek. Rasulullah SAW bersabda, “apabila seorang hamba bangun malam, kemudian berdzikir kepada Allah, terlepaslah satu ikatan. Apabila dia berwudhu, terlepaslah satu ikatan lagi. Jika ia shalat, maka akan terlepas semua ikatan. Maka pagi harinya, jiwanya akan semangat dan sehat. Jika tidak bangun (malam), jadilah jiwanya jelek dan malas” (H.R. Bukhari).

Dari riwayat tersebut sangat jelas bahwa malas dapat merusak kehidupan manusia didunia dan diakhirat. Malas juga dapat menghalangi harapan manusia dan menyebabkan perbuatan ingkar kepada Allah SWT. Manusia yang malas tidak akan melaksanakan kewajiban-kewajiban agama, dan pada akhirnya ia akan terjerumus kedalam lembah dosa dan maksiat serta kesengsaraan.

Oleh karena itu, agar kita terhindar dari kebiasaan malas, sedikitnya ada tiga cara ampuh yang diajarkan Rasulullah SAW dalam mengusir malas.

Pertama, perbanyak doa. Doa adalah senjata paling ampuh bagi umat manusia dalam hal apapun, karena hal ini merupakan bentuk penghambaan diri kita kepada Allah SWT. Namun, doa yang dimintakan harus engan bersungguh-sungguh kemudian harus dibarengi dengan usaha. Salahsatu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah :

للّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَـمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْـِز وَاْلكَسَلِ .وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُـبْنِ وَالْبُخْـلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَـهْرِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesusahan, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan sifat malas, dan aku berlindung pada-Mu dari sifat kikir dan pengecut, dan aku berlindung pada-Mu dari hutang yang tak mampu ditanggung serta kesewenangan orang yang tak mampu dilawan” (H.R. Abu Dawud)

Kedua, melawan bisikan syetan. Malas sebenarnya adalah bisikan syetan. Syetan akan terus berusaha mengusik dan membujuk kita, agar mengikuti hawa nafsu manusia agar kita menjadi pemalas dalam hal aktifitas maupun dalam hal peribadatan.

Rasulullah SAW bersabda, “syetan mengikat tiga ikatan dibelakang kepala salah seorang dari kalian ketika tidur. Pada setiap ikatan, syetan mengatakan “malam masih panjang, tidurlah”. Apabila seorang terjaga dari tidurnya, lalu ia menyebut nama Allah, maka akan terlerailah satu ikatan. Jika ia mengambil wudhu, maka akan terlerai satu ikatan lagi. Dan jika ia shalat, maka terlerailah seluruh ikatan. Jika demikian, maka ia akan bangun di waktu pagi dalam keadaan rajin serta lapang hatinya. Jika ia tidak (melaksanakannya), maka ia bangun pagi dalam keadaan buruk jiawanya dan diliputi rasa malas” (H.R. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hiban, dan lainnya).

Ketiga, mengusir malas dengan ilmu. Ilmu adalah hal yang diwajibkan kepada umat muslim. Karena dengan ilmu, kita bisa melakukan hal-hal yang baik. Ilmu membuat seseorang jadi mulia, baik dihadapan manusia juga dihadapan Allah SWT. Allah telah berfirman:

  يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. Al-Mujadalah:11)

Dengan memiliki ilmu luas, akan mempermudah kita dalam memahami suatu hal dari segi kebaikan maupun keburukannya. Dengan memiliki ilu, kita akan tahu faidah-faidah melaksanakan suatu hal. Misalnya dalam shalat berjamaah, orang yang memiliki ilmu tentang hal ini akan termotivasi dalam mengerjakannya, dan dia akan menghiraukan apa yang dibisikan oleh syetan untuk membuatnya menjadi malas.

Oleh karena itu, ingatlah tiga trik Rasul dalam menghindari malas. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu optimis, semangat, dan rajin. Aamiin… Jadi, siapa yang masih malas bagun subuh? Wkwkwk…

Tinggalkan Balasan