Dzulhijjah memang bulan yang agung, menjadi bulan persatuan umat islam dari seluruh penjuru dunia, yaitu dengan adanya simbol ibadah haji. Tepat menjelang idul adha, yaitu tanggal 8 dzulhijjah 1330 H, Sang matahari dari timur peradaban itu mulai menyingsing : namanya Muhammadiyah.

Saya tidak akan menuntut Muhammadiyah untuk membeberkan kontribusinya untuk bangsa, karena percuma saja. Kontribusi Muhammadiyah tak akan cukup bila hanya dituliskan di atas kertas. Ada banyak hal yang tidak mungkin tertuangkan dalam tulisan, karena ibarat ekspresi sebuah cinta untuk bangsa, tidak semuanya kontribusi itu bisa dituliskan dalam kata-kata.

Lahirnya Muhammadiyah dibulan Dzulhijjah merupakan hidayah untuk mempersatukan umat islam untuk mengikat diri dalam sebuah kalimat syahadat yang suci itu. Ibarat matahari yang terbit dari belahan Timur dunia yang memancarkan sinarnya ke belahan-belahan dunia lainnya.

Muhammadiyah di usia yang sudah seabad lebih ini, membawa misi-misi pembaharuan (tajdid) Islam yang berkarakter modernis/kemajuan (al-Hadarah) dan puritanis. Dengan dakwah Islam yang menggembirakan (tabsyir) dan Mencerahkan (Tanwir).

Muhammadiyah kini tampil sebagai obor gelapnya dunia. sinar-sinarnya menembus ruang-ruang gelap kehidupan. Dan Muhammadiyah akan selalu berdampingan dengan kemajuan zaman, sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna di setiap ruang dan zamannya.

Semangat Muhammadiyah untuk peradaban Islam dunia tak akan pernah usang. Kita berharap Muhammadiyah akan selalu menjadi jalan cerah umat Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya

Tinggalkan Balasan