Manusia memang unik, tercipta dari bahan yang sama“tanah” tapi memiliki sifat dan karakter yang berbeda tiap individunya. Manusia memang tidak pernah bisa menawar ingin dilahirkan dimana, tanggal berapa, atau ingin dilahirkan di keluarga yang bagaimana. Meski begitu, manusia punya pilihan untuk menentukan dirinya ingin seperti apa, termasuk apakah dia ingin menjadi manusia “kepo” atau menjadi manusia “so tau”.

Apa yang terbesit di benak kita saat mendengar kata“kepo”?  saat ini yang kita tahu bahwa kepo merupakan julukan yang ditujukan bagi orang yang penasaran dan ingin serba tau tentang segala hal, bahkan mengenai hidup orang lain. Itulah mengapa kepo kerap kali diucapkan dengan konotasi yang buruk, “si kepo” perkataan itu tak jarang membuat orang yang dikatai tersinggung dan marah. Jadi, sebenarnya apasih kepo itu? apakah kepo itu baik atau tidak? nah loh mulai kepokan.

Kepo adalah kepanjangan dari knowing every particular object, hayo siapa yang baru tau kepanjangannya?Hehe. Simpelnya, kepo adalah suatu kondisi dimana kita diserang oleh rasa ingin tau yang amat besar, keingintahuan yang sangat besar bahkan terhadap sesuatu yang kecil/remeh,  penting ataupun tidak penting hal itu, bermanfaat atau tidak bermanfaat sekalipun, semuanya ingin diketahui sedetail mungkin, bahkan kalo perlu sampai ketingkat molekulnya, wow. Sehingga orang kepo itu biasanya memiliki hobi bertanya mengenai hal-hal yang ingin diketahuinya.

Jadi kalo ditanya apakah kepo itu baik, ya tergantung. Jika kamu memahami kepo adalah keingintahuan dan kebiasaan bertanya seseorang terhadap sesuatu yang tidak penting dan malah justru menggangu orang lain, maka kepo menjadi buruk. Tapi jika kepo kamu artikan sebagai kondisi dimana seseorang senang bertanya dan mengetahui sesuatu apalagi yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan,viks kepo menambah wawasan.

Dan kita semua akan sepakat bahwa manusia paling kepo di dunia saat ini adalah anak kecil (balita). Lihat bagaimana balita saat mulai mengerti beberapa kosa kata kalimat, apa yang dia lihat, dia pegang, dia makan pasti tidak luput dari pertanyaan, “ini apa?” Kepo kan? hihi. Lalu menurutmu balita itu melakukan hal yang baik atau melakukan hal yang buruk?

Berbeda dengan si kepo yang senang bertanya karena merasa tidak tau, ada orang yang justru “so tau”. Orang “so tau” biasanya minim bertanya dan bodoamat-an, ini kebalikannya berarti. Dia suka berbicara tentang hal-hal yang bahkan dia juga ga ngerti lagi ngomongin apa, yang penting terlihat keren dihadapan pendengar, sue bangetkan? meskipun lebih terkesan kalem karena gakbanyak tanya dan bodo amat-an dengan kehidupan orang lain, tapi justru orang kaya gini lebih ngeselin sebenernya.

Orang yang “so tau” akan tampil cemerlang saat berbicara dihadapan orang lain, menjelaskan sesuatu seakan-akan dia tau segalanya, padahal modal jago ngomong doang. Gengsi jika bertanya pada orang lain, dan gengsi saat tidak menjawab pertanyaan orang lain. Alhasil, saat orang bertanya sesuatu padanya dia akan mati-matian menjawab sekalipun sebenarnya dia tidak tau jawabannya, demi menyelamatkan wajah jeniusnya dia akan menghindari kata “ga tau”. kebayang dong jawabannya.

Menjadi manusia “so tau” meskipun terkesan lebih kalem dan tidak mengganggu orang lain tapi ini justru bukanlah sifat yang baik. tapi sebaliknya, mungkin akan sedikit mengganggu orang lain karena kekepoanmu jadi terlalu sering bertanya dan kadang membuat orang lain risih. Tapi pertanyaan itu tidak lain karena kamu benar-benar tidak tau dan ingin mengetahui tentang hal yang kamu anggap penting dan bermanfaat untuk dirimu. good,mending kamu jadi manusia kepo aja.

Tinggalkan Balasan