Oleh : Azhar Adam (Kader IMM UIN Bandung)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM ) adalah suatu wadah atau organisasi dalam bidang akademik untuk menampung para kaum terpelajar terkhusus “Mahasiswa” yang dinaungi oleh Muhammadiyah atau dengan kata lain IMM merupakan suatu organisasi otonom dalam Muhammadiyah. IMM lahir karena dua faktor yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal ialah faktor yang terdapat dalam diri Muhammadiyah sendiri, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar Muhammadiyah.

Kelahiran IMM tentunya tak lepas kaitannya dengan sejarah perjalanan Muhammadiyah, dan juga dianggap sejalan dengan faktor kelahiran Muhammadiyah itu sendiri. Hal demikian berarti bahwa setiap hal yang dilakukan oleh Muhammadiyah merupakan wujud dari keinginan Muhammadiyah untuk memenuhi cita-cita yang sesuai dengan kehendak Muhammadiyah dilahirkan. Faktor internal lebih dominan daripada faktor yang lain yang dituangkan dalam bentuk motivasi idealisme yakni untuk mengembangkan dan menguatkan ideologi, paham serta cita-cita Muhammadiyah. [3]

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Muhammadiyah adalah suatu organisasi atau wadah yang memiliki tujuan atau cita-cita yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah seperti yang tercantum pada Anggaran Dasar Muhammadiyah BAB II pasal 3.2 Untuk mereflesikan itu semua maka Muhammadiyah mau tidak mau harus bersinggungan dan berinteraksi dengan masyarakat heterogen yang didalamnya ada masyarakat kampus atau kaum intelektual yakni Mahasiswa.

IMM sendiri lahir atau berdiri pada tanggal 14 Maret 1964 dan bertepatan pada tanggal 29 Syawal 1384 H. IMM memiliki tujuan yakni “Mengusahakan Terbentuknya Akademisi Islam yang Berakhlak Mulia dalam rangka mencapai Tujuan Muhammadiyah.”3 Dengan demikian hingga hari ini IMM sudah berdiri selama 57 tahun dalam membangun negeri.

Dengan 57 tahun ini, IMM banyak memberikan kontribusi terhadap agama, negara ataupun masyarakat luas. Hal ini sesuai dengan Trilogi IMM yang digagas oleh para pendirinya yakni turut berperan dalam bidang keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Ketiga hal tersebut merupakan Trilogi IMM yang selama ini menjadi patokan dalam perjalanan organisasinya yang wajib diamalkan dan dilaksanakan. Trilogi adalah lahan juang dan merupakan simbol Ikatan dalam melakukan transformasi sosial. Hal demikian dilakukan untuk mewujudkan cita-cita IMM. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya tentu tidak boleh mengintervensi antara satu organisasi dengan organisasi lainnya dalam ruang lingkup kampus.

IMM telah 57 tahun beridiri dan memiliki cita-cita trilogi sebagaimana yang telah diulas, tentunya banyak  pertanyaan akan hal itu . Kontribusi IMM untuk masyarakat selama 57 tahun ini apa saja? Lalu slogan IMM yang “Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual” itu kemana? Kedua pertanyaan itu sebenernya sangat sederhana,  tetapi mesti ditanggapi secara serius.

Jika ditanya kontribusi apa saja yang telah diberikan IMM terhadap masyarakat, maka jawabannya ialah sudah banyak, tetapi memang masih perlu ada yang diperbaiki dalam IMM itu sendiri. Kontribusi yang telah diberikan oleh kader IMM terhadap masyarakat ialah gerakan untuk membangun negeri, seperti gerakan sosial dengan berbagai macam kegiatannya termasuk dengan memberikan bantuan kepada masyarakat agar masyarakat merasakan keberadaan para Agent of Change yang sebagai penggerak agar terjadi perubahan pada bangsa dan Negara ini.

Gerakan sosial IMM sangat luas termasuk melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah dan memberikan pemberdayaan masyarakat melalui kader-kadernya yang telah diberikan tugas oleh pimpinannya dalam memberdayakan umat. Kontribusi IMM dalam kehidupan bangsa dan negara sangat besar dengan memberikan pemberdayaan umat merupakan hal yang sangat jarang dilakukan secara konsisten oleh organisasi lain.  Contohnya saja ketika aksi menolak RUU KUHP, beberapa kader IMM bahkan sampai ada yang gugur dalam aksi tersebut.

Bahkan bukan hanya dalam ranah gerakan sosial, IMM juga sangat berperan penting di segala sektor-sektor negara, khususnya dalam sektor sosial, ekonomi politik dan budaya. Peran ikatan mahasiswa muhammadiyah dalam hal sosial sangatlah besar, bagaimana negara kita masih berada pada bawah garis besar kemiskinan, disinilah IMM harus bergerak sebagai organisasi yang mampu merubah bangsa yang saat ini masih miskin dan jauh dari kesejahtraan.

Maka dari itu ikatan mahasiswa muhammadiyah harus menjadikan kader-kadernya sebagai  sumber daya manusia yang berkualitas tinggi agar mampu berperan aktif dalam proses-proses mensejahtrakan masyarakat. Bagaimana nantinya kader IMM mampu diterjunkan dimasyarakan dan dapat mempengaruhi masyarakan dalam hal yang memajukan masyarakat tersebut [4]

Artinya bahwa IMM tak main-main terhadap memberikan kontribusi kepada masyarakat, mulai dari kalangan atas sampai bawah. IMM tetap menjalankan fungsi dan tujuan mahasiswa serta Tri Dharma perguruan tinggi yang di dalamnya bertujuan untuk memajukan, memberdayakan masyarakat bahkan negara, bangsa maupun agama.


  1. .http://muhammadiyahstudies.blogspot.com/2010/05/sejarah-berdirinya-imm-ikatan-mahasiswa.html
  2. AD/ART Muhammadiyah
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_Mahasiswa_Muhammadiyah

[4] http://nakriki98.blogspot.com/2016/07/kontribusi-kader-ikatan-mahasiswa.html

Tinggalkan Balasan