Ketika kita berbicara mengenai mindset, yang perlu kita catat bahwasanya mindset itu adalahbarang atau alat yang ada dalam diri kita tetapi tidak melekat, jadi kita dapat memilih alatyang relevan dengan kondisi kita saat ini. Hal demikian terjadi karena mungkin dimasa depan nanti alat  yang kita pilih sekarang tidak dibutuhkan lagi, dan bisa saja alat yang kita ambil di masa depan jauh berbanding terbalik dengan alat kita pakai sekarang.Apabila alat yang telah diambil tidak cocok atau relevan dengan keaadaan saat ini, maka bisa dengan mencoba alat yang lain.

Perlu diketahui, bahwasanya mindset itu tidak ada yang absolut. Kita harus menyesuaikan pola pikir yang kita ambil dengan kondisi kita saat dan perlu disadari bahwasanya mindset hanya cara berfikir untuk semakin dekat target dan aspirasi yang kita tuju. Dan berikut adalah mindset yang sering sekali dianggap sebagai hal sepele atau sederhana tapi sebenarnya  hal tersebut dapat membantumu berkembang sebagai manusia.

Kehebatan Adalah Akumulasi dari Hal-hal Kecil

Kita sering beranggapan bahwasanya untuk menjadi hebat itu harus punya momen-momen besar, misalnnya kita mendapatkan sebuah piala olimpiade atau hal serupa lainnya. Perlu disadari bahwasanya orang hebat adalah orang yang bisa melakukan hal baik atau biasa saja tetapi dia bisa melakukan hal itu dengan konsisten dalam waktu yang berkeanjutan dan secara continue. Jadi ketika kita menginginkan tubuh yang bagus bukan dengan dengan push up 1000 kali dalam sehari dan keesokan harinya tidak dilanjutkan. Melainkan dimulai misalnya dengan 20 kali push up, terus naik lagi ke 25 kali push up dalam sehari danl itu dilakuakn dengan over a pride a time  dan itu yang membantu seseorang menjadi hebat.

Hidup Selalu Berputar

Perlu dicatat bahwasanya hidup itu berputar dengaan sendirinya. Sedih, sakit yang kita rasakan suatu saat akan berubah menjadi sebaliknya selagi kita mau membantu memutar roda tersebut.Bisa jadi kesedihan yang kita rasakan sekarang percayalah esok hari akan berubah menjadi kebahagiaan, sebaliknya juga kebahagiaan yang kita rasakan sekarang harus juga disadari bahwasanya kesedihan pasti akan datang. Hal ini juga relevan ketika kita membicarakan produktifitas, kita terkadang memiliki produktivitas hanya di keadaan tertentu saja. Dan kita seringkali beranggapan ketika produktivitas kita turun kita merasa terjebak  dan merasa akan berapa pada fase itu selamanya. Perlu ditanamkan adalah hal tersebut memang telah ditentukan di awal bahwasanya kita bakal produktif tidak produktif, tidak produktif produktif. Maka dari itu kita jangan kurung hidup kita, sadari bahwa hidup itu berputar.

Keseimbangan Merasa Cukup dan Keinginan Untuk Berkembang

Mungkin diantara kita ada yang berpikir bahwa orang-orang itu berada di dua sisi yang berbeda. Di satu sisi orang-orang ini ingin mengembangkan dirinya, mereka ikut dalam program pengembangan diri, mengembangkan skill ini skill itu dan memiliki keinginan lebih dan lebih lagi. Di satu sisi lain adalah orang-orang yang malas yang ingin slow living saja.

Mereka hanya menginginkan merasa cukup dan bahagia dengan apa yang mereka punya. Tetapi sebenarnya kita bisa menggabungkan dua pemahaman tadi dan kita dapat menemukan titik temunya pada satu keadaan, kita akan berada pada satu posisi dimana kita ingin merasa cukup dan ingin improv pada saat yang bersamaan. Maksudnya ini adalah lanjutan dari pengertianmindset di atas, kita bisa mengeluarkan yang mana saja tergantung apa yang kita butuhkan sekarang.

Sebagian orang sering salah dalam memahi produktivitas, bahwa produktivitas adalah satu state dimana jika kita dalam satu keadaan kita terus melakukan hal tersebut. Padahal pada kenyaaannya kita harus ada keadaan dimana kita merasa cukup dengan diri kita saat ini. Misalnya seseorang dalam keadaan malas akan melakukan suatu hal, tidak mau melakukan apa-apa, meras tidak nyaman akan kondisi hudupnya saat ini, pada saat itulah keluarkan mindset bahwa kita harus improv atau beraksi menampilkan suatu tindakan yang baik untuk membantu mengembalikan lagi produktivitasnya.

Ketika kita berada pada fase dimna kita membandingkan hidup kita dengan orang lain kemudian kita mulai stres dan benci akan hidup kita sendiri, disitulah kita munculkan mindset dimana kita bersyukur merasa cukup akan apa yang kita miliki saat ini. Hal ini juga membantu kita untuk memandang ke depan, memiliki visi atau suatu hal yang kita perjuangkan. Tapi, pada saat yang bersamaan kita bisa menikmati apa yang kita miliki saat ini, berterimakasih untuk apa yang kita dapat, lebih bisa menikmati apa yang telah hadir pada kita dan tidak menyia-nyiakannya. Jadi keduanya bukan state yang bisa dipilih salah satu dan dijalaninya selama seumur hidup, melainkan ini adalah mindset yang telah dibahas di atas, kita bisa memakai dan menyimpan sesuai apa yang kita perlukan pada kondisi saat ini.

Oleh: Salis Abdalah Hatami

Tinggalkan Balasan