Manusia sebagai makhluk yang mempunyai perasaan pasti pernah merasakan jatuh cinta meski tidak bisa dipastikan bahwa semuanya pernah merasakannya, mungkin sebagian. Jatuh cinta adalah sebuah anugerah berupa kebahagiaan yang tak disangka-sangka. Bertemu dengan seseorang yang baru dan merasakan perasaan mencintai atau dicintai.

Namun ada pepatah mengatakan “Bahwa setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan”. Pertemuan selalu menjadi momen paling epik untuk sebagian orang, karena dengan pertemuan segala bentuk kemungkinan bisa terjadi, entah memunculkan benih-benih rasa atau menjalin suatu relasi yang tak biasa.

Tidak ada orang yang menginginkan perpisahan, bahkan ketika satu pasangan yang menjalin suatu ikatan memutuskan untuk berpisah, keduanya pasti merasakan suatu kehampaan, hanya saja kadar kehampaannya berbeda-beda. Namun ketika hubungan yang dijalani hanya menimbulkan luka dan rasa sesak, perpisahan selalu menjadi cara terbaik untuk dilakukan. Tapi tidak sedikit orang berhasil menghadapi sebuah perpisahan.

Berbagai cara dilakukan agar bisa melupakan pasangan seperti mengembalikan semua barang-barang pemberiannya, membuangnya, menyibukkan diri dengan banyak bermain handphone.

Sayang ketika asyik berusaha melupakan si doi dengan bermain handphone lewat sosial media tiba-tiba foto si doi muncul di layar beranda, maka usaha melupakan pun gagal. Atau memblokir nomor wa, facebook, instagram dan sosmed lainnya atau bahkan mencari seseorang untuk dijadikan pelampiasan. Hal-hal yang sering dilakukan tetapi peluang berhasilnya pun tak menjanjikan.

Setelah berpisah biasanya kita berusaha untuk move on. Tapi jangan salah, move on itu bukan perkara mudah. Move on itu bukan tentang melupakan semua kenangan yang sudah dibuat tetapi tentang mengikhlaskan dengan bisa melanjutkan hidup.

Jika kita hanya berfokus untuk melupakan orang yang kita sayang, itu hanya sia-sia karena melupakan bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Jadi dari pada bersusah payah melupakan, maka ubah move on itu dengan berusaha mengikhlaskan, mengikhlaskan menikmati luka akibat patah hati, mengikhlaskan bahwa keputusan apa pun yang kita ambil adalah yang terbaik.

Jika cinta memberikan luka, maka cinta juga yang akan menyembuhkannya. Waktu akan berusaha membantu dengan caranya, dengan hal yang tak pernah kita sangka-sangka. Tak perlu bersusah payah untuk berusaha melupakan. Karena semakin kita melupakan, maka kenangan bersamanya akan terus melintas di pikiran.

Ikhlaskanlah semua tentangnya dengan berusaha menerima kenyataan bahwa sekarang kita sudah memiliki hidup yang baru. Jalani hidup dengan melakukan berbagai hal yang positif. Jangan melihat ke belakang untuk mengenang luka. Tapi tataplah ke depan untuk membangun masa depan yang cerah.

Oleh: Fathimah Isytikarimah

Tinggalkan Balasan