Pekan-pekan pertama tahun baru ini kita dikabarkan dengan peristiwa-peristiwa yang cukup menyayat hati. Harapan untuk mendapatkan semangat di tahun baru setelah setahun sebelumnya bergelut dengan wabah virus yang sampai saat ini belum akhir, nyatanya di awal tahun baru kita kembali mendapatkan kabar pahit. Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY182 di tahun baru ini  menemukan akhir perjalanannya. Pesawat dengan tujuan Jakarta-Pontianak berpenumpang 62 orang beserta kru tersebut terjatuh beberapa menit setelah lepas landas. Tak berselang lama kabar duka kembali kita dapatkan dari desa Cihanjuang, Sumedang.

Bencana longsor terjadi setelah hijan deras mengguyur desar tersebut. Belasan orang disekitar lokasi dikabarkan meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. Rumah-rumah yang tertimpa longsoran sudah rata dengan tanah. Longsor besar yang terjadi dua kali tersebut tidak hanya memakan korban dari penduduk disana tetapi juga petugas yang melakukan pencarian menjadi korban.

Bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah tersebut, maka tugas mereka di dunia telahlah usai. Dan kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka. Bagi kita yang memiliki keluarga atau teman dan sahabat yang ikut menjadi korban dalam peristiwa-peristiwa tersebut sudah saleayaknya kita mendoakan kebaikan-kebaikan agar mereka selamat di akhirat. Kebaikan-kebaikan yang sebelumnya telah mereka tunjukkan kepada kita, maka selayaknya kita menjadi saksi berupa pemberian pujian atas kebaikan-kebaikan yang pernah ia lakukan.

Bagi kita yang masih diberikan waktu oleh Allah sudah selayaknya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Tidak ada yang tahu kehidupan kita berakhir dimana dan kapan waktunya. Tidak ada yang dapat menjamin satu atau dua hari lagi kita masih diberikan oleh Allah kesempatan untuk hidup.

Karenanya hal-hal kebaikan yang sebenarnya bisa kita kerjakan secepatnya dan sesegera mungkin semestinya kita kerjakan dan kita lakukan secepat dan sesegera mungkin. Jika kita berpeluang untuk mengerjakan banyak kebaikan yang bernilai pahala maka sudah selayaknya kita tunaikan peluang-peluang tersebut. Sebab kita tidak tahu amal kebaikan mana yang diterima oleh Allah yang dapat membantu kita selamat di akhirat kelak. Semakin banyak kita kerjakan kebaikan, maka semakin banyak peluang keselamatan kita setelah kehidupan dunia ini kita lalui. Wallahu ‘Alam.

Tinggalkan Balasan