Hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, hubungan mereka berjalan tanpa masalah,melihat mereka pun seperti halnya melihat indahnya bunga-bunga cantik yang sedang mekar dilengkapi dengan beberapa lebah yang mengais madu dari sang bunga,mereka bahagia dengan kebahagian yang mereka ciptakan.

namun Joni tidak pernah terbesit di pikirannya bahwa tanpa disadari di balik hubungan Joni dengan kekasihnya itu, Joni telah sengaja mengundang patah hati yang akan menghantui hati dan pikirannya kapanpun. Setelah Joni berlarut dan terpana dengan keindahan dunia asmara, Joni merasa bahwa kini sang kekasih yang ia puja puja bak bidadari tak bersayap,tidak seperti biasanya selalu memperlihatkan bukti kasih sayangnya itu, kini malah bersikap sebaliknya. Ia lebih cuek dan tidak peduli terhadap Joni lagi, bahkan lebih banyak mempermasalahkan hal sepele.

Dikarenakan Joni penasaran dengan sikap sang tambatan hatinya yang aneh, ia mencoba mempertanyakan dan berniat ingin memperbaikinya. Namun pada saat ia telah mencoba bertanya, di luar dugaan joni tiba tiba perempuan yang selalu membuat hati joni menggebu gebu, memutuskan Joni tanpa alasan, Joni berusaha membujuknya namun usahanya tersebut sia sia.

Pada saat itulah Joni baru merasakan patah hati,rasa sakit yang campur aduk itu membuat Joni termenung dalam kesendirian,yang ia bisa lakukan hanya bisa pasrah dengan ditemani rasa penyesalan yang menyelimuti dirinya berhari-hari bahkan berminggu minggu sambil memikirkan apa yang telah terjadi pada dirinya. Akhirnya ia sadar bahwa ia telah sengaja mebuat dirinya sendiri patah hati.

Dari cerita tersebut pasti pernah terjadi pada diri pembaca, tapi dari patah hati tersebut kita dapat intropeksi diri,bahwa apa yang dirasakan kita itu akibat dari diri kita sendiri. Perlu ditegaskan juga patah hati bukan untuk kita hindari,tapi tetap harus kita hadapi dan jalani, nikmati saja walaupun tidak pernah terasa nikmat.

Perlu diingat ketika kalian patah hati jangan sampai kalian menyalahkan orang lain karna semuanya terjadi dengan kesengajaan diri kalian, dan jangan pula menyalahkan diri sendiri, semua itu hanya perlu kita sadari. Karena perlu diingat juga, patah hati awal dari pertumbuhan jati diri. Ketika patah hati kita harus bangkit, jangan sampai sudah patah hati lalu membuatmu mati,lebih baik patah hati daripada harus putus urat nadi.

Oleh : Diva Rizky Ramadhan (Seorang Pecinta Alam)

Tinggalkan Balasan