Oleh : Azhar Adam (Aktivis IMM Fakultas Hukum UIN Bandung)

Perang merupakan suatu aksi baik secara fisik maupun non fisik atau dalam arti sempit, yaitu kondisi permusuhan dengan menggunakan kekerasan antara dua atau lebih kelompok manusia dengan maksud melakukan dominasi di wilayah yang sedang dipertentangkan. Perang memiliki dua jenis dan cocok dengan negara yang memiliki hasrat atau gairah untuk berperang-perangan. Pembagian yang dimaksud ini berdasarkan pertentangan yang nyata serta satu sama lainnya tidak tutup menutupi, melainkan benar-benar terpisah.

Perang jenis Pertama yakni perang yang dibuat oleh satu negara ceroboh terhadap negara lain dengan tujuan untuk menindas negara tersebut. Perang Jenis kedua yaitu perang yang dibuat oleh satu negara yang diserang sebagai pertahanan diri dari serangan atau membebaskan diri dari penindasan. Dapat kita katakan perang jenis pertama itu sebagai perang penindasan dan perang yang kedua adalah perang kemerdekaan.

Perang penindasan yang dilakukan pada zaman kapitalisme ini bisa disebut dengan Perang Imperialisme. Perang ini memiliki hasrat diantaranya ialah : Pertama, Merehut bahan pabrik dan bahan makanan dari negara yang sedang dijajah. Kedua, Merebut pasar negara jajahan guna menjual barang pabrik negara penjajah kepada negara yang dijajah. Ketiga, Menanamkan modal kaum penjajah dalam tambang, perdagangan, pabrik, bank asuransinya di negara jajahan yang dikuasainya.

Ketiga hasrat itu di satu pihak mengakibatkan bertambah kaya dan kaum kapitalis di negara jajahan tersebut. Di pihak lain menyebabkan maraknya kemiskinan, melarat serta bodohlah rakyat di negara jajahan tersebut. Demikian dengan merajalelanya kemelaratan dan penindasan tersebut, maka muncullah gerakan kemerdekaan guna melepaskan diri daripada penindasan dan pemerasan tersebut.

Baik pada zaman feodal ataupun kapitalis, perang kemerdekaan sering terjadi. Perang kemerdekaan dapat dibagi menjadi dua golongan, yakni : Pertama, Perang kemerdekaan yang dilakukan oleh penduduk jajahan melawan negara yang menjajah untuk melepaskan belenggu yang dipasang oleh negara penjajah atas dirinya. Perang kemerdekaan ini seringkali disebut dengan perang kemerdekaan nasional. Pada abad ke-18 terjadi perang kemerdekaan nasional yang dahsyat atau masyhur antara Amerika yang terjajah melawan Inggris yang menjajah. Akan tetapi lamanya perang kemerdekaan nasional di Amerika tidaklah berlaku antara bangsa yang berlainan melainkan di antara satu bangsa, yakni bangsa Anglo-Saxon.

Kedua, Perang kemerdekaan oleh suatu negara melawan kelas lain di antara sesama bangsa dan dalam satu negara atau bisa disebut dengan perang saudara/sosial. Perang ini memiliki dua corak antara Borjuis dan Proletaris. Perang kemerdekaan Borjuis pernah terjadi di Perancis sekitar tahun 1789 sampai tahun 1848. Perang saudara atau sosial ini kaum Borjuis melawan kaum pendeta dan feodal. Perang yang meletus tahun 1789 ini berakhir sekitar tahun 1848 dan yang menang ialah kaum Borjuis. Perang Proletaris pun pernah terjadi dan masih pada negara yang sama yakni Perancis di tahun 1871. Dalam perang kemerdekaan Proletaris, kaum proletar merebut dam memegang kekuasaan di Kota Paris kurang lebih hanya 72 hari saja.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang dan GERPOLEK: Gerilya-Politik-Ekonomi TAN MALAKA

Tinggalkan Balasan