Gak bisa dihindari, masalah cinta memang gak ada yang bisa menghalangi. Apalagi soal masalah hati yang sedang diseriusi. Cinta itu fitrah Tuhan, gak ada yang bisa nolak. It’s okey, gak ada yang salah di sini. Namun, meski demikian ada yang harus diperhatikan sebelum lanjut ke jenjang yang lebih serius.

Tapi ini kata hati terdalem gue, yaa kalo diliat dari visi misi emang kita berdua (calon-nya) ga ada sama arahnya. Kalo udah bener suka ya gimana, move on ga semudah itu bro” ungkapnya.

Membahas tentang pernikahan, bukan didorong karena faktor suka sama suka doang, yang bisa jadi dasar alasan kamu semudah itu nerima seseorang untuk menjadi pendamping hidup, tanpa tau apa tujuan dari pernikahan itu seutuhnya, serta persiapan ilmu lain sebagai pendukungnya. Masalahnya nikah itu gak cukup dengan modal cinta doang. Kalo kita mendalami hakikat pernikahan lebih dalem lagi nih, seharusnya memang bukan soal kesenangan dunia aja yang semestinya ingin dicapai dan dijadikan tujuan pernikahan “Yang penting kita berdua saling suka dan kita berdua pasti bahagia kok.

Hmmm, yakin nih?

Sebenarnya agama Islam pun telah mengajarkan bahwa ada hal yang perlu dipertimbangkan sebelum seseorang menikah, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari “Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” Maka demikian hal inilah yang perlu diperhatikan. Selain itu, juga ada beberapa pertanyaan atau point-point lain yang harus diperhatikan pula sebelum ditindaklanjuti ke tahap selanjutnya. Salah satunya tentang visi misi yang lagi dibahas ini.

Nah kalo bisa, orang yang lanjut ke jenjang pernikahan setidaknya dan seharusnya perlu adanya tujuan yang jelas dan tepat sasaran. Seolah jika tanpa adanya tujuan dan bagaimana mencapai tujuan (visi misi), semua gak akan bisa kita lakuin dengan tepat sasarannya tuh, ga jelas banget tujuannya. Oleh karenanya point inilah yang perlu diperhatikan ketika lanjut ke jenjang pernikahan.

Hal ini perlu diperhatikan dalam pernikahan, tujuannya ialah sebagai ukuran, patokan dan gambaran rencana nanti setelah menikah mau dibawa kemana dan bagaimana arahnya dari tujuan pernikahan tersebut. Ya kan enak kalo udah buat plan (rencana) diawal. Gak asik juga kan kalau setelah nikah ya dibiarkan mengalir apa adanya, lempeng lurus begitu aja terus gak ada bedanya sama sebelum nikah. Rutinitas kerja kayak biasanya pas sebelum nikah, aktivitas yang lainnya juga kayak gitu sampe seterusnya sampe punya anak pun bisa jadi ya gini juga. Dan bukan berarti pas setelah nikah segala rutinitas berubah, namun hal yang dimaksudkan ini adalah aktivitas-aktivitas yang biasa dikerjakan, dan setelah pernikahan bisa jauh lebih baik untuk diperbaiki dengan harapan tercapainya sebuah tujuan pernikahan yang di Ridhoi Allah.

Dalam artikel menarik yang ditulis oleh Ruang Muslimah berjudul Perjalanan Cinta Najmuddin Ayyub, yang dipublikasikan website resmi Umma. Penulis artikel menceritakan sebuah kisah yang diukir oleh tinta sejarah Islam tentang seorang penguasa yang bernama Najmuddin Ayyub  yang memiliki visi misi yang jelas sebelum pernikahan. Bahkan tujuan pernikahannya pun bukan karena kecantikan, ketampanan atau kedudukan yang dicari, namun yang dikedepankan ialah sebuah capaian besar untuk meninggikan panji-panji Islam.

Dari kisah Najmuddin Ayyub ini mengajarkan bahwa tanpa tujuan yang jelas dalam kehidupan berumah tangga maka sangatlah tidak mungkin rumah tangga tersebut penuh dengan mawaddah serta rahmat-Nya dan hal tersebut hanyalah akan menjadi sebuah mimpi yang tidak mudah untuk diwujudkan. Lalu kemudian kisah Najmuddin Ayyub pun memberikan sebuah gambaran bahwa betapapun hebat dan bagusnya target-target yang di cita-citakan namun tanpa adanya kesiapan ilmu, semangat, dan komitmen yang kuat untuk mewujudkan maka semua visi misi itu tak akan ada gunanya.

Dalam tulisannya mengenai “Apakah Visi Misi Pernikahan itu Penting”, Ari Himawan mengatakan bahwa sebenarnya visi-misi ini pun tentunya bisa berubah pada tahapan tertentu pernikahan menyesuaikan dengan dinamika kehidupan, dan situasi yang demikian adalah hal yang lumrah, yang penting adalah kepastian. Lalu, bagilah ke dalam rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Ketika nanti terjadi suatu masalah, jangan lupa juga untuk didiskusikan  bagaimana cara menghadapinya dan bicarakanlah hal ini serta sepakati bersama dalam merancang visi misi pernikahan. Memang tak mudah untuk merangkai visi misi pernikahan, tapi itulah usaha untuk mempersiapkan sesuatu dengan lebih terencana.

Sebuah visi misi direncanakan sebagai gambaran agar tidak ada penyesalan di hari kemudian. Meski pada realita kehidupan banyak juga mereka yang menikah tanpa membahas visi misi, namun selalu harmoni dalam perjalanan pernikahan. Setidaknya apapun usaha yang hendak kita lakukan untuk masa depan alangkah lebih baiknya memang sudah direncanakan dari awal. Jadi kuatkanlah hati, teguhkan diri, siapkan visi misi dan perbaiki kualitas diri.

Oleh: Haura Alfiyah Nida

Tinggalkan Balasan