Rasa kasih sayang merupakan anugrah besar dari yang maha penyayang yaitu Allah, yang di beri kepada seluruh makhluqnya tanpa ada perbedan, yang hitam ataupun yang putih, yang besar ataupun yang kecil, yang gendut ataupun yang kurus, yang kuat ataupun yang lemah, bahkan orang yang tidak beriman kepada Allahpun pasti diberi rasa kasih sayang di dalam hatinya, karena semua adalah hamba Allah. Ini adalah salah satu bukti bahwa Allah maha penyaang.

Dalilnya dalam potongan hadist tirmidzi nomor الرّحِمُ شِجْنَة مِنَ الرحمَنِ “ 1924 ” yang artinya rasa kasih sayang itu terbentuk dari yang maha penyayang , maksudnya kasih sayang dibentuk atau dibuat oleh yang maha penyayang. Dan kasih sayang Allah sangatlah luas tidak terhingga, di dunia ini banyak sekali kenikmatan, keindahan yang Allah beri.

Para ulama mengatakan bahwa rahmat Allah yang ada di dunia ini hanya bagian 1% saja, 99% lagi Allah simpan untuk kita di kahirat. Ada yang membeli pasti ada yang dibeli, ada yang menolong pasti ada yang ditolong. Segala pebutan pasti ada subjek dan objeknya, dan biasanya subjek dan objek itu tidak sama.

Tetapi berbeda dengan konsep kita, kita ingin menjadi subjek sekaligus objek, menyayangi dan juga disayangi, mencintai tapi juga ingin dicintai. Sesuai dengan profesi kita sebagai manusia sosial, pasti mempunyai rasa kasih sayang baik kepada sesama manusia ataupun makhluq Allah yang lain.Karena rasa sayang adalah salah satu alat untuk kita bersosialisasi.

Tidak bisa dibayangkan jika di dunia ini tidak ada rasa sayang, pasti akan hancur dan kacau. Sejahat-jahatnya orang pasti ada rasa kasih sayang dalam hatinya, minimal-minimalnya menyayangi dirinya sendiri. Dalam suatu hadist bukhori nomor 13 rasulullah sa bersabda: “tidak sempurna keimanan seseoarng dari kalian, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”.

Tetapi rasa cinta kita sebagai seorang muslim harus memprioritaskan cinta kepada allah dari pada segalanya, jangan sampai kita lebih mencitai makhluk daripada Allah. Disini kita menyambungkan kasih sayang dengan cinta, karena apabila seseorang sudah cinta, pasti dia sayang. Tetapi jika sayang belum tentu, dia cinta.

Makna kasih sayang itu sangat luas, bukan hanya sekedar sayangnya seorang laki-laki kepada perempuan karena cinta, tapi ada sayang kepada sesama teman, sayang kepada orang tua,sayang kepada anak,sayang kepada hewan, dan lain- lain. Seiring berbedanya objek kasih sayang ,maka berbeda pula rasa yang tumbuh. Seperti rasa sayang kita terhadap teman pasti berbeda dengan rasa sayang kita terhadap orang tua. Rasulullah SAW bersabda:
حَدَثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَر حَدَثَنَا سُفْيَان عَن عَمر بِن دِيْنَار عَنْ أبي قَابُوْسَ عَنْ عَبْدِالله بِنْ عَمرٍو قال: قال رَسُولُُلله صلى الله عَلَيْه
وَسَلَّم: الرَّاحْمون يَرحَمُهُمْ الرَّحمَن، ارْحَمُوْا مَنْ فِي الأرض يَرْحَمُكُمْ مَن في السّامَء، الرّحِمُ شِجْنَة مِنَ الرحمَنِ فَمَن وَ صَلَها
وَصَلَهُ الله وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ الله.)الترمذ 1924 )

Inti dari hadist tersebut kita diperintahkan untuk menyayangi yang ada di bumi, maka yang dilangit akan menyayangi kita, maksud yang ada di langit adalah Allah dan para malaikatnya. Sungguh luarbiasa, kita disayangi orang yang ada dibumi saja sudah bahagia,apalagi disayangi oleh yang di langit. Maka dari itu mari kita sama-sama saling menyayangi satu sama lain.

Sudah tidak asing lagi di telinga, ada bunyi pepatah “Tak kenal maka Tak Sayang”, artintya kita awali semuanya dengan berkenalan, tidak usah tatap mukapun bisa, apalagi anak milenial zaman sekarang yang aktif dengan sosial medianya . Kata orang zaman dulu mah “banyak teman,banyak rezeki” terdengar lucu sih, tapi faktanya seperti itu.

Contohnya kita punya teman jualan online suatu produk, kemudian kita ditawarkan untuk jadi seller juga seperti dia, kan lumayan buat cari duit sendiri, jadi mengurangi beban ortu. Tetapi harus digaris bawahi bahwa rezeki itu bukan duit saja, bisa ilmu, pahala dll. Dari teman juga kita bisa menambah ilmu, lebih banyak teman maka bisa banyak peluang ilmu yang kita dapat,apalagi di masa pandemi ini banyak kajian ilmu secara virtual dan gratis.

Setiap orang pasti mempunyai cara yang berbeda beda untuk mengungkapkan rasa kasih sayangnya kepada orang lain, ada yang dengan cara ungkapan, perbuatan bahkan ada yang menyayangi dalam diam. Rasa sayang itu tumbuh karena ada hasrat dalam hati ingin menyayangi, melindungi, mempedulikan. Tetapi menurut saya, faktor penyebab tumbuhnya rasa sayang yang paling akurat adalah karena terbiasa bersama, seperti pepatah bahasa jawa “Witing Tresno, Jalaran Songko Kulino” yang maksudnya “tumbuhnya cinta itu karena sudah terbiasa”.

Pasti kita pernah merasakan seperti ini. Nah, kalau udah cinta pasti sayang. Ini memang sudah fitrahnya manusia. Tetapi yang seperti ini bahaya jika terjadi kepada orang yang salah. Maka dari itu, penting juga bagi kita memilih sosialisasi yang bagus.Jika sudah terlanjur berada dalam lingkup sosialisasi yang kurang bagus, maka yang harus kita lakukan adalah membentuk sosialisasi yang bagus.

Memilih teman itu penting dalam artian bukan memilih karena fisik seperti memilih yang good looking saja , tetapi pilihlah karena akhlaq. Kalau bahasa zaman sekarang mah “Good attitude”. Teman itu sangat berbegaruh bagi kehidupan kita di dunia maupun diakhirat, karena memang kebanyakan orang itu gampng terpengaruh dengan lingkungannya. Pengaruhnya di dunia akan merusak kepribadiannya, yang awalnya adalah orang baik, lugu, polos kemudian setelah bergaul dengan pergaulan yang salah maka akan terpengaruh dengan sendirinya, serta dampaknya di akhirat akan dipertanggung jawabkan atas semua pebuatan termasuk teman.

Allah SWT berfirman dalam surat Azzukhruf ayat 67 “Orang-orang yang
saling mencintai di dunia pada saaat itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa”., maka ini kita perlu hati hati, jangan sampai menyesal nanti di akhirat,penyesalan itu pasti nyata karena allah ST berfirman dalam surat Alfuqon ayat يا وَيْلَ تَى لَيتَني لَمْ أَتَخِذه فُلََنا خَليلَ “ 28 “ ini yang akan dikatakan seseorang ketika nanti di akhirat menyesal salah memilih teman.

Kita sehari hari bersama teman, sering bertemu dan sebagainya pasti lama-lama akan tumbuh rasa sayang, peduli, perhatian, cinta. Bahayanya,dalam suatu hadist Rasulullah SWT bersabda bahwa “ المَرْء مَعَ مَن أَحَب ” di akhirat seseorang itu akan dikumpulkan bersama orang yang dia cintai. Jika yang dia cintai orang sholeh/sholehah,apalagi mencintai raulullah nabi kita, maka dikumpulkan di syurga dengan rahmat allah, tetapi jika yang dia cintai orang yang durhaka kepada Allah, melanggar aturan Allah, tidak suka berbadah dll, maka Allahu alam , naudzubillahimin dzalik. Semoga bermanfaat.

Oleh: Nadiyah Kibriya Amran

Tinggalkan Balasan