Sebagai warga +62 yang masih gemar bermain Facebook (FB), saya kerap tersindir dan kesal  bila ada status orang lain yang memposting  “Santai aja… gua tau lho cuman scroll dari atas ke bawah, tetap semangat… ”.  Memang ada benarnya juga sih kalau dipikir-pikir. Tapi jangan salah paham dulu,  saat kamu menscroll  FB dengan niat yang lurus dan hati yang iklas, kamu akan menemukan  segudang informasi seputar kegiatan warga +62 yang konyol dan geli kalau dipikir-pikir. Mulai dari postingan humor, dagang, politik, pendidikan, ekonomi, kenakalan remaja dan lain-lain.

Semua itu membuat pemandangan lini masa warga +62 menjadi sangat berwarna bukan? Apalagi di tahun ini,  banyak kekonyolan seputar apa pun yang konyolnya bisa sampai tingkat dewa. Ya memang banyak,  mulai dari kasus penyiraman wajah Novel Baswedan, Kasus keluyurannya Djoko Tjandra, Kasus kontroversial RUU HIP, kasus santuynya mencari Harun Masiku , meributkan Omnibus law, celotehan nyelekit Denny Siregar, dihapusnya RUU PKS dari prolegnas 2020, naiknya iuran BPJS padahal lagi ada corona, masalah Kartu Prakerja, hingga sinetron “Dari Jendela SMP” yang jadi gosip utama ibu-ibu tetangga dan masih banyak lagi. Kumenangis … membayangkan…

Infromasi seputar kekonyolan itu terus mengalir, sementara kita butuh informasi yang enak, nyaman didengar dan menjadi oase di tengah segala kekonyolan ini. merindukan berita baik yang benar-benar alami, bukan dibuat-buat. Disadari atau tidak, kita lebih banyak mendengar kekonyolan-kekonyolan kebangsaan bukannya prestasi-prestasi kebangsaan. Saya malu terutama pada diri saya sendiri yang belum bisa membenahi kekacaubalauan ini. Sepertinya butuh mukjizat untuk membenahi semua masalah di atas.

Ayo sejenak membayangkan Indonesia tanpa kekonyolan! Bagaimana rasanya bila kekonyolan-kekonyolan itu sirna di bumi Indonesia. Kemudian menjadi negara adi daya yang  makmur, koruptor dihukum dengan tegas, kekerasan pada peempuan bisa diatasi, RUU HIP dihapus, biaya kesehatan gratis, pengangguran tidak ada lagi, sinetron dan pertelevisian berkualitas, mendapatkan prestasi-prestasi kebangsaan yang membanggakan, pokoknya Indonesia yang gemilang dan mengharukan. Mungkinkah kita kan…

Ahh sudahlah. Mulai detik ini mari kita kerja keras untuk bangsa Indonesia yang lebih baik. Jangan mencemari negara yang telah orang tua kita rebut dari para penjajah ini. Wujudkan mimpi-mimpi mereka jangan hanya dibayangkan ya guys…. Karena kita adalah bangsa yang bersejarah. Bangsa yang dilahirkan ketika Tuhan sedang tersenyum. Bangunlah jiwanya, bangunlah badanya, untuk Indonesia raya…

Tinggalkan Balasan