“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Qs. Ar-Ra’d: 11)

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa bermuhasabah, memperbaiki diri dan terus memperdalam Ilmu agama (Islam). Dengan begitu, kita bisa menjadi manusia yang setiap harinya lebih baik dari hari kemarin, terdapat dalam hadis bahwa “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik dari pada hari kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Namun sayangnya, manusia selalu merasa dirinya baik-baik saja, dan enggan untuk berbenah dan berubah. Sebagian berpikiran bahwa “Untuk apa aku berubah? Kenapa Aku harus berubah? Aku merasa hidupku baik-baik saja, toh tidak ada masalah apa-apa dan tidak ada yang harus dirubah.” Hal ini sangat wajar dan manusiawi, karena mungkin saat itu kita berada di zona nyaman. Tempat di mana semua baik-baik saja dan siapapun menghargai dan menerima kita apa adanya.

Ditambah lagi keadaan sekarang yang masih belum membaik dikarenakan virus covid-19. Kegiatan menjadi serba instan dan online, kegiatan belajar mengajarpun menjadi lebih fleksibel bisa dilakukan dalam keadaan apapun dan dimanapun, bisa dilakukan diperjalanan bahkan jika hanya sekedar sambil rebahan di rumah. Nyaman kan? Namun sayangnya, hal itu belum tentu yang terbaik, karena nyaman bukan berarti aman, jika nyaman itu mengakibatkan kita semakin malas untuk bergerak.

Mungkin tidak asing lagi bagi kita dengan istilah “Zona nyaman”. Zona dimana kondisi psikologis seseorang merasa sudah berada di tempat yang pas. Tidak merasa cemas, pun terbebani. Sesuai namanya, zona nyaman memang ruang paling nyaman bagi kita. Berada di tempat yang nyaman dengan segala ketenangannya membuat kita cenderung enggan beranjak.

Zona nyaman itu terbagi menjadi dua, ada yang positif dan ada juga yang negatif. Zona nyaman yang bersifat positif misalnya, kondisi nyaman dimana kita senantiasa istiqamah dalam beribadah, berada di lingkungan orang-orang yang baik dan shaleh. Sedangkan yang bersifat negatif misalnya, kita berada di kondisi yang malas untuk melakukan sesuatu, kondisi yang menetap dan tidak ada perubahan. 

Keluar dari zona nyaman (negatif) itu perlu. Kalau kita terus berada di zona nyaman mungkin semuanya tidak akan pernah berkembang. Hidup kita tidak akan ada perubahan dan kita hanya akan terus diam di tempat. Relasi teman kita tidak akan bertambah, karena kita tidak mendapatkan teman baru yang akan semakin membuat wawasan kita terus bertambah dan hidup semakin lebih menarik.

Kualitas bicara kita akan sama aja, tidak akan ada perubahan karena keseharian kita lebih banyak berbicara dengan teman lama yang mungkin bahasannya sangat jauh dari kata manfaat. Faktor lingkunganlah dan faktor pertemananlah yang sangat berpengaruh besar akan perubahan, karena itu kita harus pandai-pandai dalam memilah dan memilih lingkungan yang pas dan teman yang mengajak akan kebaikan.

Menurut Lifehack, ada beberapa alasan mengapa kita harus berani keluar dari zona nyaman. Masa depan adalah hal yang belum pasti. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Semua bisa berubah dan hanya yang dapat beradaptasi yang akan bertahan. Tidak melakukan perubahan dapat melahirkan penyesalan di kemudian hari.

Kita tidak akan tahu keadaan dan kondisi kita kedepannya, perkembangan umat seperti apa dan masalah apa yang akan kita hadapi. Mungkin ini sulit, tapi cobalah keluar dari zona nyaman. Gagal sekalipun tak mengapa. Setidaknya anda sudah pernah mencoba. Tapi yakinlah, melangkah keluar dari zona nyaman patut diperjuangkan.

Keluar dari zona nyaman akan membuat kamu tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Serangkaian proses membuat perjalanan keluar dari zona nyaman membantu kamu menemukan diri dan tujuan hidup. Emha Ainun Najib atau yang kita kenal dengan Cak Nun pernah mengatakan “Beranilah melakukan apapun yang tidak kamu sukai asalkan itu kebaikan, karena itulah yang akan membangun karaktermu, akalmu, dan hatimu”. Selagi itu baik untuk kita, untuk masa depan kita, dan masa depan umat, mengapa tidak? Selamat dan semangat berjuang dan keluar dari zona nyaman. Aku yakin aku, kamu dan kita mampu.

Oleh : Hofifah Astuti

Tinggalkan Balasan